Sudah Sakit, Nyaris Terusir dari Kontrakan

Sudah hampir empat bulan ini Darmansyah Pardi tidak bisa buang air besar dan jarang buang air kecil. Pria tua renta berusia 78 tahun itu mengidap pembengkangan jantung dan kini tergolek lemah di ruang rawat inap Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa, di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.

Sang istri, Upi Susilawati hanya bisa pasrah melihat keadaan suaminya tersebut. “Suami saya mengalami pembengkangan jantung sudah tujuh bulan lalu. Saya tidak punya biaya. Keluhannya tidak bisa buang air besar, napas sesak,” ucap Upi lirih saat ditemui di Gedung LKC, Ciputat, belum lama ini.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Upi sehari-hari hanya bekerja sebagai tukang cuci dan setrika di sebuah kompleks perumahan di Bintaro, Tangerang Selatan, Banten. Namun, saat ini, lantaran menjaga suami sakit, wanita berusia 58 tahun ini akhirnya dikeluarkan karena seminggu tidak bekerja.

“Terakhir saya cuma dibayar 20 ribu rupiah, dan disuruh majikan untuk berhenti, karena saya nggak masuk kerja seminggu,” tambah Upi yang hanya mengontrak petakan di daerah Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten.

Penderitaan Upi tidak hanya sampai di situ, karena telat membayar kontrakan, ia dan suami nyaris diusir si pemilik kontrakan.

This entry was posted in Blog, Tulisan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>