Bulan Ramadhan menjadi bulan yang dirindukan oleh setiap muslim. Satu-satunya bulan yang disebutkan oleh Al Quran ini menjadi sebuah momen berharga yang wajib untuk diisi dengan segala aktivitas ibadah. Dan tentunya, memang Allah dan Rasul-Nya tidak saja meminta setiap muslim untuk beribadah secara vertikal melalui puasa, shalat tarawih dan mengkhatam Al Qur’an. Allah juga meminta kita beribadah secara sosial dengan memaknai puasa sebagai wujud kepedulian kepada sesama disamping perintah menunaikan zakat fitrah untuk memberikan kebahagiaan sang fakir miskin di hari raya Idul Fitri.
Di bulan ini, setiap muslim juga berlomba-lomba untuk beribadah harta. Jika pada bulan biasa sedekah bisa jadi dapat dihitung dengan jari, Ramadhan telah meringankan hati setiap muslim untuk bersedekah. Setidaknya untuk mengisi kotak amal setiap melaksanakan shalat tarawih berjamaah di masjid. Banyak muslim juga menjadikan bulan Ramadhan sebagai bulan menyalurkan zakat harta tahunannya. Sehingga, hampir seluruh lembaga amil zakat lebih aktif di bulan Ramadhan dan memperoleh penghimpunan zakat harta jauh di atas bulan-bulan lain.
Berkah bulan Ramadhan, inilah yang menjadi landasan bagi setiap muslim sangat bersemangat dalam mengisinya dengan berbagai ibadah. Dalam sebuah riwayat Rasulullah bersabda, bahwa di bulan Ramadhan ini, memberi makan untuk berbuka kepada kaum mukmin yang melaksanakan puasa, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan memperoleh ampunan atas dosa-dosa yang lalu. Bahkan dengan sebiji kurma atau setitik air yang kita sedekahkan, dapat menjaga dari api neraka. Sungguh sebuah ganjaran pahala yang berlipat ganda dari Allah.
Berkah Ramadhan tentunya akan lebih lengkap ketika “sedekah istimewa” ditunaikan pula. Dikatakan istimewa, karena sedekah ini akan memberikan aliran pahala yang terus menerus kepada sang pemberi selama di dunia dan di akhirat kelak. Sedekah istimewa ini disebut sebagai wakaf. Wakaf adalah ibadah harta yang pengelolaannya secara khusus memastikan nilai pokok harta tidak berkurang dan mengoptimalkan hasilnya untuk kemaslahatan umat secara terus menerus. Menunaikan wakaf lah yang dimaksud dengan bersedekah jariyah sebagaimana sabda Rasulullah:
“Apabila anak adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakan kedua orang tuanya. (HR.Bukhari)”
Dan kini, wakaf tidak harus menunggu memiliki tanah yang luas atau rumah yang lebih dari satu, tetapi juga bisa dengan menunaikan wakaf tunai (uang) sesuai kelebihan kita di bulan Ramadhan ini. Pilih lembaga pengelola wakaf (nadzir) yang Anda percayai dan sampaikan niat wakaf Anda. Dana wakaf tunai Anda akan digabungkan dengan donatur lain sehingga memiliki nilai manfaat yang lebih besar. Hasil pengelolaan wakaf akan disalurkan ke berbagai program meningkatkan kesejahteraan umat, baik di bidang pendidikan, kesehatan ataupun kemaslahatan secara umum. Jika Anda membutuhkan informasi tentang wakaf, silahkan menghubungi Dompet Dhuafa di (021) 741-6050 atau kunjungi www.dompetdhuafa.org.
Jika zakat dan sedekah telah tertunaikan, maka mari melengkapi berkah bulan Ramadhan dengan menunaikan pula wakaf. Dengan wakaf, Anda telah memindahkan kepemilikan harta Anda dan “meminjamkan” harta tersebut kepada Allah. Dengan demikian, Anda berhak atas janji balasan Allah yang berlipat ganda sebagaimana firman Allah dalam surat Al Hadid ayat 11: “Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan dia akan memperoleh pahala yang banyak.”.