Ayo Lakukan 11 Perilaku Kehidupan Sehat

Nikmat sehat merupakan salah satu nikmat yang ALLAH berikan kepada seluruh mahluk hidup di dunia, khususnya kita sebagai manusia. Dimana keadaan sehat adalah suatu keadaan tanpa penyakit / sakit secara fisik dan ruhani yang dialami oleh seseorang sehingga dapat melakukan kegiatan sehari-hari dengan produktif dan terbaik. Keadaan sehat ini dipengaruhi oleh faktor kesehatan pribadi dan faktor kesehatan keluarga serta lingkungan.

Berperilaku hidup sehat secara pribadi adalah wujud rasa syukur atas nikmat sehat yang kita dapatkan, serta modal utama dalam mewujudkan keluarga yang sehat. Keluarga merupakan lingkungan yang terdekat bagi diri kita, sehingga kita harus berbuat apa saja untuk mewujudkan keluarga kita menjadi keluarga yang sehat. Sehingga dengan tahun baru ini, marilah kita jadikan sebagai momentum untuk berbuat dan bertindak dengan segera dalam rangka mewujudkan 11 PKS (Perilaku Keluarga Sehat), yaitu :

1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih

Apabila ada ibu hamil dalam keluarga kita saat ini, maka haruslah didukung untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin di bidan atau dokter sehingga dicapai derajat sehat bagi si ibu dan janin saat proses persalinan nantinya. Selain itu, direncanakan pula proses persalinan yang akan dilalui dan  penolong persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih.

Kematian pada ibu hamil terbanyak terjadi pada saat proses persalinan  disebabkan oleh terjadinya perdarahan saat persalinan yang tidak tertangani dengan adekuat. Hal itu sebenarnya akan dapat diatasi apabila telah dipersiapkan penanganan yang baik selama pemeriksaan kehamilan dan tindakan yang tepat dan sehat oleh bidan atau dokter pada saat proses persalinan.

2. Memberi ASI Eksklusif pada bayi

Air Susu Ibu (ASI) merupakan anugerah dari ALLAH SWT kepada seluruh ibu hamil yang telah melahirkan, dimana dalam ASI terkandung sangat banyak zat-zat yang memberikan kesehatan serta menghindari penyakit dan keadaan yang dapat membahayakan bagi si bayi dan ibu,. ASI adalah makanan bayi yang paling sempurna, karena selain kandungan gizi sempurna, juga mengandung “anti-body” suatu senyawa untuk melawan antigen atau penyakit infeksi. Diharapkan, pemberian ASI saja pada bayi oleh ibunya dilaksanakan minimal selama 6 bulan atau disebut dengan ASI Eksklusif.

Pemberian ASI Eksklusif multak harus dilakukan oleh ibu yang menyayangi bayinya, namun dibutuhkan juga dukungan dari suami, keluarga, masyarakat dan lingkungan kerja untuk dapat pemenuhan ASI Eksklusif tersebut. Pemenuhan gizi  seimbang dan sehat  bagi ibu menyusui sangatlah diperlukan dan kesempatan untuk menyusui atau memompa ASI nya di lingkungan kerja ibu menyusui perlu didukung. Jangan berikan susu formula pada bayi karena dapat menghambat kemampuan bayi dalam menikmati ASI dari ibunya.

3. Pantau pertumbuhan dan perkembangan balita setiap bulan

Pada bayi berumur dibawah lima tahun (balita) yang ada  dalam keluarga kita haruslah dipantau pertumbuhan dan perkembangannya. Memantau pertumbuhan balita dapat dilihat dari penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan tiap bulannya. Secara mudah hal ini dapat dilakukan dengan cara membawa balita kita ke Posyandu terdekat di rumah kita secara rutin tiap bulannya, di mana akan dilakukan penimbangan dan pengukuran yang  hasilnya akan dimasukkan kedalam Kartu Menuju Sehat (KMS). Selain itu, manfaat KMS juga akan mengingatkan kapan harus dilakukan imunisasi pada balita kita.

Perkembangan pada balita dapat dilihat dari bertambahnya kemampuan pergerakan dan respon balita kita terhadap rangsangan yang diberikan oleh orang disekitarnya. Kemampuan bergerak, mulai dari perubahan posisi saat tidur, berjalan sampai berlari dan menggerakan tangan dan kakinya akan terus bertambah. Kemampuan mengucapkan kata-kata yang semakin bertambah disertai dengan senyum dan tangis sebagai perkembangan komunikasi balita kita.

4. Menggunakan air bersih

Syarat air bersih adalah tidak berwarna dan tidak berbau, serta kita perlu melakukan test di laboratorium untuk mengetahui  kualitas air bersih di rumah atau lingkunagan
kita. Yang dimaksud dengan air bersih disini bukan berarti air yang bisa diminum, tetapi merupakan air yang dipergunakan untuk kegiatan sehari-hari keluarga kita seperti mencuci, memasak dan membersihkan lingkungan.

Dari air bersih yang kita miliki, untuk dapat diminum haruslah dimasak terlebih dahulu agar kuman-kuman yang ada dalam air bersih tersebut  dapat dihilangkan. Sehingga air yang kita minum akan menyehatkan dan tidak menimbulkan penyakit.

5. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun

Perilaku mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun haruslah menjadi kebiasaan karena dengan mencuci tangan dapat membunuh kuman-kuman yang menempel dalam tangan kita. Apabila kuman-kuman tersebut masuk ke dalam tubuh kita bersamaan dengan makanan yang kita makan akan menimbulkan penyakit-penyakit yang dapat membahayakan hidup kita dan keluarga kita seperti misalnya diare.

Suatu keharusan dalam mencuci tangan adalah sebelum–sesudah makan dan sesudah buang air besar, setelah memegang barang kotor, sebelum menyajikan makanan, setelah korek-korek kuping, mulut, dan hidung. Jadi, biasakanlah perilaku mencuci tangan yang benar sejak dini pada anak dan keluarga kita di dalam setiap kesempatan dan tempat.

6. Menggunakan jamban sehat

Usahakan dalam rumah keluarga kita harus tersedia jamban yang sehat yang dapat dipergunakan setiap saat. Yang kita kenal dan kita maksud dengan jamban sehat adalah model leher angsa, di mana model ini menghindari kemungkinan kontak antara tinja dengan lalat. Pada leher angsa ini terisi air, hingga bau tinja juga tidak bias keluar. Pembiasan perilaku untuk buang air besar di tempat jamban yang sehat pada keluarga kita akan menunjang perwujudan keluarga yang sehat dan lingkungan yang sehat.

7. Memberantas jentik di rumah sekali seminggu

Lakukan pemberantasan jentik nyamuk di rumah kita sekali seminggu, seperti dengan menguras dan membersihkan bak atau ember tempat penampungan air di rumah kita, serta mengubur kaleng dan ban-ban bekas yang dapat menjadi tempat penampuangan air hujan. Memberantas jentik haruslah dilakukan sekali seminggu, karena sejak telur nyamuk menetas sampai menjadi nyamuk dewasa memerlukan waktu antara 10-15 hari. Jadi kalau kita dua minggu baru memberantas jentik maka sudah terlambat.

Dengan melakukan perilaku  pemberantasan jentik di rumah kita, sesungguhnya kita sedang mewujudkan keluarga yang sehat, keluarga yang akan terhindar dari penyakit yang bahaya dan mematikan, seperti deman berdarah.

8. Makan buah dan sayur setiap hari

Biasakanlah pada anak dan keluarga kita untuk memakan buah dan sayur, karena pada buah dan sayur banyak mengandung vitamin, serat, dan anti-oksidan yang sangat penting untuk kesehatan tubuh kita. Lakukan proses pembersihan buah dan sayur dengan baik dan benar sebelum dimakan agar kandungan zat yang bermanfaat bagi tubuh kita tidak terbuang.

Dengan proses pengolahan dan penyediaan yang menarik setiap harinya, akan membuat anak-anak dan keluarga kita bersemangat untuk makan buah dan sayur setiap harinya. Bahkan bila di sekitar rumah kita terdapat tanah yang digunakan sebagai kebun buah dan sayur keluarga, sangatlah membantu pembiasaan perilaku makan buah dan sayur setiap hari di keluarga kita.

9. Melakukan olahraga secara rutin

Perilaku berolahraga secara rutin haruslah ditumbuhkan dan dilaksanakan oleh seluruh anggota keluarga, bahkan dapat sekaligus dijadikan sebagai sarana rekreasi/hiburan keluarga. Olahraga yang benar adalah olahraga yan menggerakan seluruh anggota badan, dilakukan minimal selama 30 menit / hari serta dengan frekuensi 3-4 kali / minggu. Bentuk olahraga yang dapat dilakukan dengan mudah dan murah adalah jalan sehat, jogging, bersepeda dan berenang.

Kiranya, perilaku sehat yang juga harus dibiasakan dalam keluarga kita adalah melakukan aktifitas fisik menggerakan anggota badan, baik di dalam dan luar rumah. Banyak aktifitas fisik yang dapat kita lakukan seperti menyapu, mengepel, menaiki tangga, berjalan-jalan diselengi berlari-lari kecil di taman, senam dan fitnes. Namun untuk anggota keluarga yang berumur lanjut haruslah disesuaikan bentuk olahraga dan aktifitas fisiknya, kalau perlu konsultasikan dengan dokter.

10. Tidak merokok dan tidak menggunakan narkoba

Tidak merokok adalah perilaku keluarga sehat yang harus ditekankan dan ditumbuhkan.  Rokok sudah terbukti sangat berbahaya dan menimbulkan penyakit-penyakit bukan hanya bagi si perokok, tetapi juga bagi orang-orang di sekitarnya yang menghisap asap rokok (disebut dengan perokok pasif).  Jelas bahwa dengan tidak merokok, kita sedang mewujudkan keluarga yang sehat.

Selain tidak merokok, maka yang harus dihindari adalah penyalahgunaan narkoba (narkotika dan obat-obatan). Narkoba dapat menyebabkan ketergantungan dan kerusakan dalam tubuh pecandunya, bahkan menyebabkan kematian dan kehancuran bukan hanya kehidupan si penggunanya tetapi seluruh anggota keluarga.

11. Waspadai penyakit menular

Terdapat beberapa penyakit menular yang sebenarnya sudah ada pengobatan dan penanganannya namun masih sering menimbulkan kesakitan dan kematian yang tinggi. Hal ini terjadi karena ketidaktahuan dan ketidakpedulian keluarga dan lingkungan terhadap penyakit-penyakit menular tersebut. Tuberkulosis (TB), Diare, Malaria dan Pneumonia adalah penyakit-penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia saat ini.

Diperlukan kewaspadaan dan tindakan yang benar dalam mengatasi penyakit-penyakit menular tersebut dalam keluarga dan lingkungan kita. Berkomunikasi dan bekerjasama dengan tenaga dan institusi kesehatan haruslah dijalin dengan baik. (dr. H. Yahmin Setiawan,MARS – Direktur LKC Dompet Dhuafa)

This entry was posted in Artikel, Tulisan. Bookmark the permalink.

One Response to Ayo Lakukan 11 Perilaku Kehidupan Sehat

  1. mustafa says:

    Seandainya kesehatan yg kita dapat dirupiahkan….wow betapa pemurahnya Sang Pemberi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>